يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya kalian menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang feminin dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah setiap orang yang paling takwa diantara kamu. Sebetulnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

dicari rezeki pisau dengan berkah? terpelajar rahasianya dengan mengklik disini!




Anda sedang menonton: Al quran surat al hujurat ayat 13

sign : AKHLAQ DAN ADAB Akhlak Akhlak mulia Takwa Keutamaan takwa AL QUR'AN Kisah-kisah dan perumpamaan di dalam Al Qur'an Kisah-kisah Al Qur'an kisah penciptaan manusia manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa country - country TERDAHULU Nabi-nabi Kisah-kisah para rasul Nabi Adam as. Penciptaan Adam as. Dan keturunannya mempercayai Cabang-cabang iman Akidah Beriman diatas Allah Ta'ala kyung nama-nama Allah Nama-nama Allah (Asma'ul Husna) Al Khabir (Maha Waspada)

(Hai manusia, sesungguhnya kita menciptakan kita dari seorang laki-laki dan seorang perempuan) yakni dari Adam dan Hawa (dan kita menjadikan kita berbangsa-bangsa) lafal Syu"uuban adalah bentuk jamak dari lafal Sya"bun, apa artinya tingkatan nasab keturunan yang paling tinggi (dan bersuku-suku) kedudukan kesukuan berada under bangsa, usai suku ataukah kabilah berpendapatan Imarah, lalu Bathn, sesudah Bathn adalah Fakhdz dan yang paling bawah adalah Fashilah. Contohnya ialah Khuzaimah adalah namu suatu bangsa, Kinanah adalah nama suatu kabilah atau suku, Quraisy adalah nama belakang suatu Imarah, Qushay adalah namu suatu Bathn, Hasyim adalah nama belakang suatu Fakhdz, dan Al-Abbas adalah nama belakang suatu Fashilah (supaya kalian saling kenal-mengenal) lafal Ta"aarafuu asalnya adalah Tata"aarafuu, then salah satu dari kedua huruf Ta dibuang sehingga jadilah Ta"aarafuu; maksudnya supaya sebagian dari kami saling mengenal sebagian apa lain bukan karena saling membanggakan ketinggian nasab atau keturunan, untuk sesungguhnya kebanggaan itu hanya dinilai dari segi ketakwaan. (Sesungguhnya rakyat yang paling mulia di antara kami di sisi Allah ialah people yang paling bertakwa. Pada kenyataannya Allah Maha Mengetahui) circa kalian (lagi Maha Mengenal) what yang tersimpan di dalam batin kalian.


Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah menciptakan kalian dalam keadaan sama, dari satu asal: Adam dan Hawâ". Lalu kalian Kami jadikan, mencapai keturunan, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal dan saling menolong. Sesungguhnya orang yang paling mulia derajatnya di sisi Allah adalah orang yang most bertakwa di antara kalian. Allah sungguh Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Mengenal, yang tiada suatu secara rahasia pun bersembunyi bagi-Nya.


milik mereka harus
*
karena dapat appendisitis tafsir


Lihat lainnya: 10 Manfaat Air Bagi Kehidupan Sehari-Hari, Manfaat Air Bagi Kehidupan Sehari

*

Allah Subhaanahu wa Ta"aala memberitahukan, bahwa Dia apa menciptakan Bani Adam dari asal yang satu dan jenis apa satu. Mereka setiap orang dari laki-laki dan feminin dan jika ditelusuri, maka ujungnya kembali kepada Adam dan Hawa’. Allah Subhaanahu wa Ta"aala menyebarkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak dan polemiknya mereka serta menjadikan mereka berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling kenal-mengenal sehingga mereka sanggup saling tolong-menolong, bantu-membantu dan saling mewarisi serta memenuhi ke kanan kerabat. Meskipun demikian, rakyat yang most mulia tengah mereka adalah people yang paling takwa, yakni mereka yang paling banyak ketaatannya kepada Allah dan meninggalkan maksiat, bukan yang most banyak kerabat dan kaumnya dan ~ no yang paling mulia nasabnya.

Oleh karena itu, jangan lakukan itu saling berbangga karena tingginya nasab, bahkan yang dapat dibanggakan adalah ketakwaan.

dialah mengetahui siapa di antara mereka apa melaksanakan ketakwaan kepada Allah baik zahir maupun dalam dengan orang yang hanya di zahir (luar) saja sebenarnya kepada Allah, sehingga dialah membalas masing-masingnya dengan balasan apa pantas.