Selain sebagai syarat sah salat, wudhu juga untuk menambah keutamaan dalam ibadah lainnya seperti membaca Al Quran dan berdoa. Foto ilustrasi/ist


Anda sedang menonton: Apa saja yang membatalkan wudhu

Wudhu ’ adalah suatu aktifitas yang dilakukan dalam rangka menghilangkan hadats kecil dan saat janabah (mandi junub). Tidak sah selagi seorang muslim melakukan salat tanpa berwudhu. Di dalam pandangan fiqih , selain such syarat sah segenap salat (wajib maupun sunah), wudhu juga sebagai syarat sah untuk thawaf wajib, baik untuk haji atau umrah dan menghilangkan keharaman seperti wajib wudhu saat bersentuhan tulisan Al Qur"an.(Baca also : Jodoh dan Kriterianya Menurut Syariat )Wudhu juga untuk menambah keutamaan di dalam membaca Al Qur"an dan dalam membaca doa. Rukun wudhu ada enam, yakni niat (didasarkan di ~ hadis bahwa segala sesuatu harus berdasarkan niat), membasuh wajah, membasuh rumbai beserta siku, mengusap (sebagian) kepala, membasuh kaki beserta mata kaki. Dan tertib sesuai urutannya.Allah Ta"ala berfirman : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai mencapai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan senin mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu noël memperoleh air, maka bertayamumlah menjangkau tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah noel hendak membuatnya sulit kamu, tetapi dia hendak stabil kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(QS Al Maidah: 6)(Baca also : Antara Cacian dan Doa yang Dikabulkan )Dalam kitab fiqih Imam Syafi"i lebih dijelaskan another tata cara wudhu. Ada delapan tata cara melakukan wudhu. 1. Membaca basmalah ataukah Bismillaahir rahmaanir rahiim, sambil mencuci detik belah rumbai sampai gelang rumbai hingga bersih. 2. Selesai ringkas tangan terus berkumur 3 kali (tiga kali), sambil ringkas gigi hingga bersih agar noël ada bekas makanan apa ada di gigi.3.Berkumur-kumur dan istinsyaq (menghirup air kedalam hidung) mencapai telapak tangan kanan lalu istintsar (menyemburkan waiting keluar) dengan memanggang kiri (lihat gambar). Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali. (Baca juga : while Dibolehkannya Meng-qashar dan Menjama" Salat ? )4. Membasuh peningkatan sebanyak 3 kali. Batasan muka adalah dari telinga satu setelah telinga yang lain dan dari batasan tumbuhnya haar kepada pada kening ataukah dahi hingga dagu.Sambil membaca niat wudhu seperti dibawah iniبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِنَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا الِلَهِ تعَالَى“Nawaitul wudhuu-a liraf’il hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”"Aku niat berwudhu karena menghilangkan hadats kecil, fardhu untuk Allah."(Baca juga : Megalodon Ternyata Punya Sisi Lembut apa Tak kita Duga )
halaman ke-1
1
show all
*

وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ
Dan dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu enumerasi nikmat Allah, niscaya kamu noel akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu mendesak zhalim dan mendesak mengingkari (nikmat Allah).(QS. Ibrahim:34)
*

Artikel Terkait
*

BACA JUGA
Hadits that The Day


Lihat lainnya: Kumpulan Cerita Rakyat Jawa Tengah : "Rawa Pening" Dalam Bahasa Inggris

Rasulullah shallallahu "alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan balasan bagi tiap-tiap rakyat tergantung what yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya buat dunia apa ingin digapainya atau buat seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada maafkan saya dia diniatkan"(HR. Bukhari No.1)