Simak berikut khutbah Jumat bulan syawal 2021 mengulas arti mempererat persaudaraan sesama manusia usai momentum bulan suci Ramadhan berlalu.

Anda sedang menonton: Khutbah jumat bulan syawal 2017


*
lihat foto
*

TRIBUNesuba.net.COM - Simak berikut khutbah Jumat bulan syawal 2021 mengulas pentingnya mempererat persaudaraan sesama manusia setelah momentum bulan suci Ramadhan berlalu.Bulan Syawal sendiri merupakan bulan untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus diimplementasikan nilai-nilai puasa Ramadhan apa telah dijalani.

Bulan Syawal bukan menjadi bulan berleha-leha dalam menjalankan ibadah, sebaliknya di bulan ini Muslim dituntut untuk terus pengayaan amal ibadah.

Bulan Syawal sendiri dimulai dari tanggal 13 Mei 2021.


Sementara itu, aku terakhir moon Syawal atau tanggal 30 Syawal 1442 H slam pada Jumat, 11 Juni 2021.

Sebagaimana Tribunesuba.net kutip TribunPontianak.co.iddengan titudit Khutbah Jumat moon Syawal 2021 fullest Niat Sholat Jumat Beserta Latin dan Artinya, berikut teks khutbah Jumat berikut ini bertajuk "Khutbah Jumat: Hablun minannas Pasca Ramadhan".

Lihat lainnya: Cara Mengatasi Kompor Gas Tidak Menyala, Ternyata Ada 5

*

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ، أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: ۞ لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,Mengawali khutbah kali ini, khatib berwasiat kepada para jama’ah sekalian diatas umumnya dan kepada diri khatib individu khususnya, agar kita senantiasa curam kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT mencapai menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Karena, peningkatan memercayai dan takwa sejatinya dapat pembelian dengan dua cara tersebut, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sebagainya hadis Rasulullah SAW,