*

SURABAYA, esuba.net.com - lagu-lagu kebangsaan Indonesia Raya suara menggema di page Gedung Unit Pelaksana Teknis melayani (UPTD) Griya Werdha, penyimpangan satu panti jompo di kawasan Jambangan apa dikelola Pemerintah kota Surabaya, Jawa Timur.

Anda sedang menonton: Panti jompo kristen di surabaya

Di panti itu, dirut membuat bazar mencapai aneka menu makanan buat memperingati aku Ulang five (HUT) ke-74 republik Indonesia.

Di terbalik kemeriahan itu, ada satu kisah menarik yang datang dari deviasi seorang lansia.

Meski usianya siap renta, ia tanpa kenal lelah always berusaha memberdayakan dirinya sendiri dan sesama tua di sana.

Kendati ada banyak anggapan bahwa panti jompo adalah tempat "pembuangan", ia memahami bersedih trấn dengan hanya meratapi nasib hidupnya apa kelam.

Adalah Yuli Herowati (67), perempuan apa memiliki semangat tinggi dan always ingin produktif di usia senja.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.Daftarkan email


Ia memaklumi bahwa masih kawanan lansia lainnya apa sudah tidak memiliki semangat untuk hidup.

Menurut dia, world para lansia memang variasi dengan orang-orang yang berusia kurang sopan lebih muda.

"Tapi untuk kita harus punya semangat, untuk kehidupan mesti beraliran terus. Batin hatinya harus yakin, aku bisa, aku mampu. Kita kehidupan harus bersosialisasi, bukan malah menutup diri, crowd melamun. Menyertainya justru membuat sakit menyertainya meningkat," kata Yuli, mengawali perbincangan dengan esuba.net.com.

Ia menyampaikan, rakyat seusianya memang cenderung merasa tidak punya teman dan meninggalkan keluarga. Namun, noel demikian mencapai Yuli.

Ia lebih pilihan mengisi hayatnya sehari-harinya buat kegiatan-kegiatan active dan bermanfaat.

Yuli pun bercerita bahwa dialah senang bila ada banyak komunitas yang datang memberikan pelatihan, such belajar merajut dan pelatihan lainnya.

Karena semangatnya itu, Yuli bahkan dipercaya were kader buat membantu para lansia di Posyandu yonsei hingga membimbing anak-anak pelatihan Anak sekolah Dini (PAUD), apa letaknya bersebelahan menjangkau UPTD Griya Werdha.

"Di posyandu saya help mbah-mbahnya (para lansia) nimbang. Membantu sesama teman-teman lansia. Kadang ada apa enggak bisa jalan. Kadang ada juga mbah apa tertutup, menemani itu seharusnya noël membuat kita terpuruk. Tapi untuk Beliaunya sendiri apa merasa begitu, ya terbatas beneran," ujar Yuli.

Kegiatan selama di PAUD dialah isi dengan help para guru di sana, dengan membimbing anak-anak PAUD yang berjumlah 25 orang.

Bantuan yang ia berikan disesuaikan mencapai kemampuannya.

Misalnya, tolong menempelkan gambar, mewarnai, hingga mendongengkan cerita.

Yuli pun merasa senang dan noël lagi kesepian, meski lives seorang diri.

"Aku di PAUD satu minggu cuma tiga kali, Selasa, Kamis dan Jumat. Kita merasa ada sedikit hiburan, jadi katakanlah anak-anak menemani itu cucu karena kita, dan mereka itu masih haruss pendekatan," kata Yuli.

Di PAUD tersebut, Yuli menempel dua tua lainnya. Yuli mengaku memang diminta oleh pihak panti untuk ikut membantu dan membimbing mereka.

"Bahwa kita atau mbah-mbah itu also bisa memberikan sedikit pembelajaran," kata Yuli.

Cara pendekatan Yuli kepada anak-anak PAUD menemani itu dilakukan memberikan apa pun yang disukai anak-anak.

Dengan begitu, anak-anak were dekat dan noël canggung mencapai orang perilaku seperti dirinya.


Sebagai contoh, sebelum makan, anak-anak PAUD menemani itu dipandu oleh Yuli untuk berdoa terlebih dahulu. Kemudian, Yuli mencapai semangat tambahan mengajari anak-anak itu mewarnai.

Kesukaan Yuli pada anak kecil membuat ia mencapai sukarela memberikan bentuk peringatan kepada anak-anak tersebut.

"Dari segi menyertainya kita tahu bahwa anak-anak memang harus diperhatikan mencapai betul. Kasihan kalau besok-besok noel tahu apa-apa. Untuk ada tipe orang, "ah, sudah biarkan main-main sendiri". Saya bilang jangan such itu, kasihan. Kita setiap orang tua, harus dirasa bertanggung jawab," kata dia.

Selama membantu membimbing anak-anak PAUD hingga mengizinkan sesama lansia di Posyandu Lansia, Yuli pun sempat dibukakan rekening bank.

Meski begitu, ia noël punya niat mendapat bayaran what pun. Kegiatan yang ia lakukan selama di PAUD dan Posyandu lansia datang atas rasanya kepedulian menjangkau sesama.

"Kita juga tidak tuntutan dana, justru kalau sanggup kita menyertainya produktif dan untuk kita masih mampu membuatkan sabun cuci tangan, bros, dan lain-lain," hati-hati Yuli.

Selama di panti jompo itu, Yuli tambahan cukup aktif tolong sesama lansia lainnya mencapai menyiapkan makanan, lantaran jumlah petugas di Griya Werdha terbatas.

Ia pun dengan sigap menyiapkan memberi makan agar para yonsei lainnya tetap mungkin makan benar waktu dan noël sampai terlambat makan.

Kepedulian untuk sesama lansia

Hal yang mendorong Yuli tetap memiliki semangat lives dilatarbelakangi selagi dirinya melihat kawanan lansia yang cenderung tutup pintu dan noël tahu maafkan saya yang harus dikerjakan.

Terkadang ada lansia yang ingin bekerja sesuatu, namun noël tahu harus memulai dari mana. Bahkan, ada lansia apa suka melamun dan noel memiliki gairah hidup sampai kesurupan.

"Banyak yang merasa hidup tertekan. Tapi dari sini lah saya always memberikan semangat dan gairah pada orang-orang yang seperti itu. Misalkan ketika tidak pernah dijenguk familic atau langka dijenguk, segera down. Tapi selalu saya beri semangat terus," ucap Yuli.

Ia mengaku noël selalu mengobrol mencapai setiap orang. Tetapi, saat melihat tua lain dirundung masalah, ia langsung memberikannya semangat.

Menurut dia, ada beberapa orang apa sering dirasakan diri sudah noel dianggap another lantaran tak pernah dijenguk sama terlalu banyak oleh keluarganya.

Yuli dipahami dan ikut merasakan bab itu. Sebab, kesedihan apa dialami para yonsei itu also ia alami. Namun, ia berusaha menghilangkan perasaan sedih itu mencapai kegiatan-kegiatan positif.

"Tapi terkadang orangnya, mbah-mbah itu noel mau ikut seperti itu (berkegiatan). Memang membangunkan semangat dan burik agar kita noël selalu dirasakan terpuruk dan personally itu susah," kata dia.

Terbiasa mandiri

Alasan lain apa membuat Yuli dengan tegas semangat adalah ia terbiasa lives sendiri. Meski pada usianya yang sudah menginjak hampir terutama tujuh itu, ia belum pernah menikah.

Ia pun merasa hidup seorang diri telah were kebiasaan. Apa ia pikirkan just bekerja, bekerja, dan bekerja, sehingga ia mendapatkan apa yang ia mau, tersirat semangat hidup.

Sebelum berada di UPTD Griya Werdha, ia pernah dititipkan melalui saudara dan keponakannya apa berada di Sidoarjo, di salah satu panti jompo di Malang, Jawa Timur.

Namun, untuk rasa sungkan, ia finite pindah setelah Griya Werdha pada five 2016 lalu. Sebab, putri keponakannya sampai harus urunan setiap bulan, untuk membayar uang bulanan senilai Rp 2 juta setelah pihak panti jompo di Malang tersebut.

Bahkan, familial dan saudaranya saat ini noël tahu keberadaan dirinya sampai sekarang. Menyertainya sebabnya, ia noël pernah dijenguk sanak keluarga selama berada di Griya Werdha.

"Saya orangnya noel mau nggandoli, enggak mau merepotkan orang lain," dokter Yuli.


Di balik kepeduliannya terhadap sesama tua itu, Yuli ternyata menghormati sosok Wali kota Surabaya Tri Rismaharini yang dinilai punya kepedulian terhadap lansia.

Sosok Risma yang dikenal such pekerja tangguh itu telah membentuk karakter Yuli menjadi sebagai saat ini.

Meski kehidupan seorang ourselves dan membukukan di panti jompo, ia tetap thought teman sesama lansia buat tetap luaran semangat.

"Saya merasa lives itu such itu harus tegar. Kan (Ibu Risma) tidak pernah Beliau menemani itu malas-malasan. Kayaknya waktunya itu karena bekerja. Kita kalau bisa kemudian itu lah, untuk kita jangan sedikit-sedikit mengeluh. Untuk kita harus membuat alles itu lives gitu loh," kata Yuli.

Menurut Yuli, apabila hidup just diisi dengan bermalas-malasan, orang hanya akan sekadar hidup dan noël bisa memaknai makna tambahan kehidupan.

Hobi harus baca tulis

Selain aktif tolong membimbing anak-anak PAUD dan menjadi kader Posyandu Lansia, aktivitas lain yang selalu dijalani Yuli adalah baca secara terpisah buku.

Ia pun rutin datang ruang tepian Baca Griya Werdha yang disediakan pihak pengelola panti jompo tersebut.

Ruang harus baca itu juga sekaligus menjadi tempat kebaktian bagi penghuni lansia apa beragama Nasrani.

"Saya shang membaca, dengan baca secara terpisah itu saya sanggup tahu banyak hal," kata Yuli.

Yuli bahkan luaran beberapa koleksi buku bacaan anak. Buku-buku tersebut become ia kumpulkan dan menjadi dibawa untuk anak-anak PAUD.

Ia mau anak-anak PAUD tersebut memiliki hobi membaca, dengan semoga bisa form karakter anak-anak tersebut dengan baik.

"Biar mereka itu shang baca. Soalnya saya pernah ketemu orang apa serba bisa. What yang itu lakukan saat kecil hingga dewasa, ternyata crowd baca buku," tuturnya.

Yuli untuk menceritakan sebuah cerita bahwa panti jompo tersebut pernah didatangi pemfitnahan mahasiswa dari sejumlah perguruan ditinggikan ternama di Jawa Timur.

Ia pun sempat diwawancarai tentang kehidupannya di panti jompo tersebut.

Setelah dinas wawancara, ia merasa senang ketika mahasiswa tersebut memberinya booker bacaan.

Saat bertemu mahasiswa itu, Yuli also diminta murid membacakan puisi. Dengan bahagia hati, ia pun membacakannya di hadapan murid itu.

Sampai akhirnya, Yuli produksi tulisan dan ia berikan kepada sejumlah murid tersebut.

Berikut lebah tulisan groep Yuli untuk sejumlah mahasiswa itu:

Cucu-cucuku, masih terlintas wajah-wajah imut penuh dengan senyum. Kakek dan nenek hanya bisa mendoakan supaya kamu mungkin menggapai cita-citamu.

Melangkah ke dore jadi dambaan people tua.

Jadikan lives itu untuk membuat bangga orangtua, untuk almamatermu.

Dekatlah mencapai Tuhanmu, maka kamu akan mendapatkan apa ingin kamu dapatkan...

Lihat lainnya: Pemandangan Masjid Terindah Di Dunia, Salah Satunya Ada Di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan
dan breaking news setiap days dari esuba.net.com. Mari bergabung di Grup telegram "esuba.net.com berita Update", caranya klik link https://t.me/esuba.netcomupdate, kemudian join. Dari mereka harus install aplikasi telegram terlebih dulu di ponsel.