*

Gubernur Jatim : Realisasi Pendapatan quenn Provinsi tahun 2020 Capai 104,94 Persen

15 June 2021 | berita & Pengumuman

Jatim Newsroom - Realisasi pendapatan quận Provinsi Jawa Timur five Anggaran (TA) 2020 tercatat sebesar Rp 31,631 Triliun lebih ataukah 104,94 persen. Capaian ini melebihi dari jumlah apa ditargetkan sebesar Rp 30,142 Triliun.

Anda sedang menonton: Pendapatan asli daerah jawa timur

"Alhamdulillah, meskipun tahun lalu kita semua batin kondisi penyakit menular dunia mode Covid-19 tapi realisasi pendapatan daerah Provinsi Jatim justru terlampaui target yang diharapkan, ~ lebih dari 100 persen. Capaian ini menjadi salah satu modalnya kuat dalam mencapai keberhasilan sasaran pembangunan daerah,"kata gubernurnya Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mengatakan realisasi pendapatan quận tersebut terdiri dari, pertama, Pendapatan Asli quenn (PAD) sebesar Rp 17,950 Triliun atau 116,20 persen. Capaian ini juga lebih tinggi dari jumlah apa ditargetkan sebesar Rp. 15,448 Triliun. PAD ini berasal dari perpajakan Daerah, Retribusi Daerah, Hasil baris Kekayaan daerah yang terpisah dan Lain-lain Pendapatan Asli quenn yang Sah.

Kedua, pendapatan ayunkan sebesar Rp 13,575 Triliun apa berasal dari Dana Perimbangan dan ayunkan Pemerintah markas besar Lainnya. Serta ketiga, lain-lain pendapatan apa sah sebesar Rp 104,233 Miliar atau 100,56 persen dari jumlah yang ditargetkan. Lain-lain pendapatan apa sah ini seluruhnya berasal dari pendapatan hibah.

"Kebijakan Pendapatan menyiksa ini diarahkan dalam rangka maju target pendapatan daerah, meningkatkan kebijakan apa partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta melakukan upaya perluasan sumber-sumber pendapatan," katanya.

Lebih lanjut, mantan sekretaris kesehatan Sosial ini mengatakan untuk realisasi belanja dan transfer quận Provinsi Jatim five anggaran 2020 sebesar Rp 32,286 Triliun ataukah 93,41 persen. Belanja quenn ini meliputi Belanja kerja Rp 23,1 Triliun, Belanja modal Rp 1,9 Triliun, dan Belanja noël Terduga/BTT Rp 1 Triliun. BTT ini sebagian terlalu tinggi digunakan karena penanganan Covid-19.

Sedangkan realisasi transfer meliputi transfer/bagi tujuan pendapatan kepada kabupaten/kota sebesar Rp 5,457 Triliun. Serta mengalihkan bantuan secara finansial kepada pemerintah menyiksa lainnya sebesar 692 miliar rupiah. "Kebijakan Belanja dan Transfer menyiksa ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Pemprov Jatim dalam rangka mandat tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan social dengan memperhatikan prinsip-prinsip keadilan apa dapat dinikmati malalui seluruh kelompok masyarakat tidak punya diskriminasi, khususnya di dalam hal pelayanan publik," terangnya.

Menurutnya, cerita Keuangan pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun Anggaran 2020 ini personally telah mendapatkan opini dari BPK-RI yakni logis Tanpa pengecualian (WTP). Capaian ini adalah opini WTP yang kesepuluh bagi Pemprov Jatim. Dimana dalam prosesnya noël terlepas dari dukungan setiap orang Angesuba.netta Dewan apa secara sinergis tambahan turut bangunan meneguhkan komitmen karena mewujudkan great esuba.netvernance dan clean esuba.netverment.

Lihat lainnya: Urutkan Gambar Gambar Dibawah Ini Agar Menjadi Cerita, Urutkan Gambar

"Meskipun masih terdapat temuan dan hal-hal apa harus ditindaklanjuti terhadap hasil aturan dirombak dari BPK-RI, Pemprov Jatim terus berupaya maksimal karena segera selesai serta tindakan selanjutnya temuan sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil kebijakan aturan BPK batin kerangka waktu yang normatif,"paparnya.

Hal senada also disampaikan utama Badan direktur Keuangan dan Aset daerah (BPKAD) Jatim Bobby Soemiarsono. Namun menurutnya BTT untuk penanganan Covid-19 dari anggaran Rp 1,3 Triliun, terealisasi Rp 1 Triliun lebih. "Akan tetapi bukan itu saja, karena di rumah sakit maupun dinas kesehatan digunakan buat penanganan Covid-19. Kemudian karena Sisa Lebih Pembiayaan budget (SILPA) sebesar Rp 3,7 Triliun," pungkasnya. (Pca)