Asrudin Azwar Peneliti, pendiri The Asrudian facility SEPERTI pada tahun-tahun sebelumnya, sampai Juni 2020 ini ketegangan di kawasan lautnya China Selatan (LCS) belum tambahan menunjukkan peredaan. Grafiknya justru terus meningkat di pusat mewabahnya jawaban bi-side korona. Diatas Januari 2020 lalu, misalnya, China diketahui melakukan klaim sepihak atas Laut natuna yang menjadi wilayah Indonesia. China tambahan dikabarkan telah menenggelamkan kapal Vietnam di kepulauan Paracel di atas April 2020. Dan masih segar dalam pemberitaan adalah terjadinya insiden West Capella moon lalu di perairan Malaysia. Di sentral pengeboran lepas laut, yang dilakukan kapal West Capella, China, dikabarkan mengirimkan kapal menyelidiki dan coast guard buat melakukan pemindaian. Menyikapi langkah menggoda China itu, Malaysia mengirim kapal angkatan lautnya ke lokasi tersebut. Dalam insiden itu Amerika diketahui ikut terlibat. Dengan kapal perangnya Amerika mengawal kapal Angkatan laut Malaysia dan menderita dukungan kepada negara-negara ASEAN lainnya. Amerika menyebut dukungannya itu kemudian presence procedure sekaligus memperingatkan China buat tidak menciptakan ketidakamanan di LCS. Untuk menunjukkan ketegasan atas China, militer Amerika Serikat then mengerahkan tiga kapal induk andalannya, yaitu USS Ronald Reagan, USS Theodore Roosevelt yang berpatroli di Samudera samudera pasifik bagian barat, dan kapal induk USS Nimitz yang bergerak di sisi timur. Setiap kapal induk menengahi 60 pesawat. Ini merupakan direkrut kapal induk terbesar di Samudera Pasifik sejak 2017. Para pejabat Angkatan lautnya AS mengatakan kerja tersebut dilakukan guna unjuk komitmen terhadap kawasan dan demi mengamankan kepentingannya di LCS. Amerika saya baik-baik saja berhak melakukan ini buat pengadilan interesuba.net sendiri, diatas 2016, telah koneksi rusak klaim China di LCS tidak memiliki dasar bertindak --tumpang tindih mencapai klaim Vietnam, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan Filipina. Menemani itu artinya ada dua masalah krusial di LCS. Pertama, ketegangan apa dipicu melalui masalah klasik di dalam hubungan interesuba.net, yakni klaim kedaulatan. Kedua, keadaan yang diperkeruh melalui kepentingan politikus di LCS. Dalam konteks inilah Indonesia haruss mengambil sikap.


Anda sedang menonton: Penyebab konflik laut china selatan

Penyebab Konflik Istilah konflik di LCS sesungguhnya merujuk di atas gugusan islands Paracels yang masih dipersengketakan oleh tiga negara (China, Vietnam, dan Taiwan) dan pulau-pulau Spratly yang dipersengketakan melalui enam country (China, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei). Namun kepulauan Spratly merupakan titik fire yang most potensial buat berkembang menjadi wilayah bentrok militer di masa depan, noel saja untuk adanya tuntutan apa tumpang tindih apa melibatkan keenam negara, tetapi juga karena adanya kepentingan negara-negara terlalu tinggi (Jepang, AS, Rusia) di perairan LCS (Usman & Sukma, 1997) atas jalur perdagangan, cadangan minyak, dan gas alam. China, misalnya, selama ini mengklaim kedaulatan di hampir seluruh wilayah LCS. Pun negara-negara ASEAN sebagai Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei juga turut mengklaim wilayah itu kemudian kedaulatannya. Kelewat Filipina dan China sempat terlibat konflik bersenjata di wilayah yang masih direbutkan oleh senin negara: Scarborough Shoal. Wilayah itu diduga luaran kandungan gas alam dan minyak apa berlimpah. Dengan melihat situasi tersebut, bentrok di LCS rupanya terjadi buat tiap negara apa bersengketa meyakini wilayah tersebut adalah potongan dari kedaulatannya. Identifikasi mengenai kedaulatan country inilah yang mengakibatkan konflik patuh kali terjadi di antara negara apa bersengketa. Secara bersejarah kedaulatan negara terbentuk secara mapan selama perjanjian damai Westphalia disepakati diatas 1648. Kesepakatan ini telah memprakarsai sebuah prinsip karena tidak saling mati urusan bangsa lain. Principle itu dan kewajiban saling mengakui adalah dua hal yang membuat negara menjadi berdaulat. Namun soalnya adalah negara-negara akun itu bersifat hipokrit dan always ingin campur-tangan dalam urusan saling jika menyangkut kepentingannya. Karenanya, sebagaimana ia mengatakan oleh Daniel Deudney (ilmuwan politik/hubungan internationale dari jones Hopkins University) batin tulisannya Binding Sovereigns: Authorities, Structures, and Geopolitics in Philadelphian system (1996), meskipun sistem cakap dan force Westphalia menemani itu dominan dalam politik dunia modern, ia tidaklah universal. Kedaulatan hanya diakui jika mendapat persuasi eksternal (oleh negara) menjadi klaim-klaim otoritas final yang dibuat melalui negara-negara lain. Namun sekian lagi itu pun bersifat sementara untuk kedaulatan mirip dengan institusi properti privat, klaimnya noël selalu mutlak (Kratochwil, 1992). Itulah sebabnya mengapa penyelesaian menabrak di LCS were sukar dilakukan. Batin konteks itu, maafkan saya yang pernah ia mengatakan Dewi Fortuna Anwar were ada benarnya: isu sengketa LCS noel akan sanggup diselesaikan sampai kiamat untuk tidak ada satu negara yang akan mau memberikan satu pulau pun apa dianggap bagian dari kedaulatannya. Selain mengganggu klaim kedaulatan, LCS also masih menyisakan konflik. Postur konfrontatif Amerika mencapai mengerahkan kekuatan lautnya telah memperkeruh bentrok di LCS. Seperti respons terhadap Amerika itu, China pun dijawab dengan bejana kapal-kapal Angkatan laut People"s Liberation army (PLA), yakni Liaoning dan Shandong.

Lihat lainnya: Ucapan Selamat Pagi Buat Pacar Yang Lagi Marah

Jika kedua negara dengan enggan mengelola menabrak secara konstruktif, kerumunan analis mengkhawatirkan halaman ini become berujung di ~ perang.