Jakarta, IDN Times - Setiap umat muslim, baik apa sudah baligh maupun belum, laki-laki maupun perempuan, memiliki kewajiban buat membayar zakat fitrah setiap tahunnya. Tanggung jawab ini ditunaikan maksimal silam salat Idul Fitri pada 1 Syawal setiap tahunnya.

Anda sedang menonton: Yang tidak berhak menerima zakat

Dari Ibn abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saya bersedia mengurus zakat fitrah, kemudian pembersih bari orang yang puasa dari segala perbuatan bersaing dan ucapan jorok serta kemudian makanan bagi rakyat miskin. Siapa apa menunaikannya sebelum shalat id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat id maka just menjadi sedekah biasa. (HR. Abu Daud, ad Daruquthni dan dishahihkan Al Albani)

Zakat sejatinya bisa dibayarkan kapanpun. Namun, seseorang apa membayar zakat usai salat idulfitri maka terhitung seperti sedekah biasa.

Dilansir batin laman resmi NU, ada 8 golongan apa berhak resepsi zakat dan 2 golongan apa "diharamkan" untuk menerima zakat.

Kali ini, IDN Times akan mengulas golongan-golongan yang tidak berhak penerimaan zakat. Berikut ulasannya!

Baca Juga: Jokowi Imbau Pejabat country hingga BUMN Serahkan Zakat setelah Amil Resmi


*
Antara/M Agung Rajasa

Dalam laman resmi NU.or.id, disebutkan ada dua golongan yang noel boleh resepsi zakat. Mereka adalah anak cucu keluarga Rasulullah saw dan sanak famili orang yang berzakat, yaitu bapak, kakek, istri, anak, cuuc dan lain-lain.

Sementara kutipan dari asysyariah, ada tujuh golongan yang noel berhak penerimaan zakat. Mereka adalah Bani Hasyim, yaitu nabi shallallahu alaihi wa sallam dan kerabatnya, orang kaya, orang yang berfisik kokoh dan berpenghasilan cukup, orang yang dinafkahinya, orang yang tercukupi nafkahnya oleh yang menanggungnya, peloncat dan people kafir.


IDN Times/Humas Pemkab Kutim

Seperti yang sudah dibahas di atas, ada pemfitnahan golongan yang noel berhak resepsi zakat. Orang empire misalnya, mereka noël berhak menerima untuk memiliki kerumunan harta dan penghasilan yang cukup.

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak ada daratkan zakat buat orang kaya, dan noel pula orang yang masih kuat bekerja.” (HR. Al-Nasa’i)

Kemudian familial Rasulullah Saw juga tidak boleh resepsi zakat. “Sesungguhnya zakat itu tidak boleh thalamus kepada familic Muhammad Saw. Pada kenyataannya zakat adalah kredit manusia”. (HR. Muslim)

Dalam surah Al-Taubah ayat 60 disebutkan bahwa zakat hanyalah buat orang-orang fakir, miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu"allaf. Zakat akan sangat tolong kehidupan golongan-golongan tersebut.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, buat jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang batin perjalanan, kemudian suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lainnya Maha Bijaksana”. (QS. Al-Taubah : 60)

Baca Juga: Sri Mulyani spratly soal Riba Wakaf Zakat, maafkan saya Katanya?


*
baznas.go.id

Ada beberapa ketentuan di dalam menunaikan zakat fitrah. Berikut rinciannya:

- Besarnya zakat Fitrah adalah 1 sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau papan pokok. Dalam prakteknya jumlah ini digenapkan dulu 2,5 Kg, untuk untuk kehati-hatian. Chapter ini dianggap baik malalui para ulama.

Lihat lainnya: Cara Mengatasi Tidak Bisa Login Jkn Mobile, 2 Terbaru 2021

- Menurut madzhab hanafi diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang seharga massa yang dijelaskan di dalam poin pertama

- Zakat fitrah boleh hasil langsung kepada mustahik ataukah dibayarkan malalui amil zakat.